Terima Kasih Telah Selancar ke Beranda ClickAdlySite

Sunday, July 25, 2010

Air Mendidih

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai
kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa
begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana
menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah
untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah
selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi
3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah
air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh
wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua
dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia
membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak
membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan
apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20
menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel
dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan
meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan
kopi di mangkuk lainnya. Lalu ia bertanya kepada
anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur,
dan kopi" jawab si anak.
Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan
wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel
itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil
telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia
mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir,
ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum
ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.
Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini,
Ayah?" Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah
menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi
masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel
sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan.
Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan
lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya
melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah
direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami
perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan
air, bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk
yang mana?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan
mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu
wortel, telur atau kopi?"
Bagaimana dengan kamu?
Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras,
tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu
menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.
Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati
lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya
kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan
menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama,
tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa
dan hati yang kaku? Ataukah kamu adalah bubuk kopi?
Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan
kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada
suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu
terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu
seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin
buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat
keadaan di sekitarmu juga membaik. Read More......

Ketika Sinar LilinKu Bersastra

Adalah kisah empat lilin, yang satu per satu mulai meleleh dan padam.
Lilin pertama berkata, ''Aku adalah damai, namun manusia tidak mampu
menjaganya. Jadi, lebih baik aku matikan diriku.'' Pet!

Lilin kedua mulai berkata, ''Aku adalah iman. Sayang, aku tidak
berguna lagi. Manusia tidak mau mengenalku. Tidak ada gunanya kalau
aku tetap menyala.'' Tiupan angin pun mematikannya dalam sekejap.
Ruangan mulai agak gelap.

Lilin ketiga gantian berbicara: ''Aku adalah cinta. Aku tidak lagi
mampu untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan
menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci pada
mereka yang mencintai. Membenci keluarga sendiri.'' Lilin ketiga pun
padam.

Tiba-tiba, masuk seorang anak kecil yang bawell ke ruangan itu. Perasaan takutnya
menyergap. Dia pun menangis, takut pada gelap. Tangisan itu tak lama,
karena dihentikan oleh lilin keempat. ''Jangan takut dan jangan
menangis. Selama aku masih ada dan menyala, kita akan selalu dapat
menyalakan ketiga lilin lainnya,'' kata lilin keempat. Itulah
lilin ''harapan''.

Dan, bocah itu pun menyalakan ketiga lilin yang telah padam. Jadi?
Kita tidak perlu patah arang hilang semangat menghadapi keterpurukan
bangsa ini. Kita masih punya titik terang. Kita tak boleh tergoyahkan
oleh hal-hal yang menyesatkan. Orang-orang sukses selalu melawan
kakalahan dan kesengsaraan, tanpa pernah mengenal menyerah dan
kecewa. Read More......

Untuk Indonesiaku

Kami hanya…menginginkan sedikit kebebasan
Meraih semua informasi yang dulu selalu terkekang
Kami hanya…menginginkan sedikit ruang
Menyampaikan s’mua gagasan lisan atau tulisan

Tak sedikitpun terlintas di benak kami
Melakukan penghinaan atau pencemaran
Hanya keinginan tuk selalu kritis terhadap negeri sendiri
Tempat kami lahir, hidup hingga mati

Kami tak sempat belajar berintrik
Apalagi berpolitik yg sekedar menggelitik
Kami menulis bukan untuk mencari ‘batik’
Hanya ingin negeri ini terbangun lebih baik Read More......

Endjoy Pelangi

Si warna merah menunggu Ketika jingga menghampirinya Si Kuning juga ikut bergabung Bersama hijau menambah seru Lalu datang juga si biru Orang lain berkata, “Mereka akan bersatu? Jangan bercanda! Yang merah terlalu merah Jingga dan kuning tidak cocok bersama Hijau akan merusak saja Dan yang biru? Wah, tak mungkin bisa! Tapi mereka tetap bersama Tak peduli kata siapa Suka dirasa bersama Duka dibagi rata Seperti layaknya saudara Dipenuhi canda tawa, Si merah lalu belajar menjadi jingga Di ujung suasana duka, Yang kuning berubah menjadi hijau Dan biru merangkum mereka semua Penuh cinta Penuh cinta Masing-masing melepas egonya Menerima dengan hati terbuka Mencintai sesamanya Merasakan bagiannya Merah, jingga, kuning, hijau, dan biru Bergabung membentuk pelangi Lihat mereka di ujung langit sana Berpegang teguh bersama Saat hujan badai mereda Siapa yang menyangka Lima warna berbeda Berubah menjadi bentuk penuh cinta Kemarin Hari ini Esok pagi Selamanya Semoga pelangi itu masih tetap ada Saat PelangiKu datang Kembali... Endjoy Pelangi Read More......

Andi Endre Cecep Lantara, Regenerasi Politik Brigjen Lantara

Andi Endre Mallanti Cecep Lantara adalah satu-satunya anak Andi Cecep Lantara yang terjun ke dunia politik. Lima saudaranya, semuanya memilih berkiprah di jalur birokrasi. Mereka memilih jalur karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Putusan Andi Endre terjun ke dunia politik dinilai sebagai regenerasi keluarga Andi Cecep Lantara dalam dunia politik. Sang ayah, Andi Cecep Lantara adalah seorang politis senior di daerah ini. Dia pernah menjadi anggota DPRD Sulsel periode 1987-1992. Ia mewakili Fraksi Partai Golkar.
Kini, sang anak, Andi Endre, memilih berkiprah di Partai Demokrat. Di partai yang didirikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, Andi Endre menduduki jabatan Wakil Ketua DPC Makassar.
"Insya Allah, mudah-mudahan saya bisa mewarisi jiwa politik bapak. Saya mengemban amanah yang cukup berat, terutama memperjuangkan hak-hak masyarakat miskin," kata Ketua Yayasan Pendidikan Makassar. Sebuah yayasan yang membawahi sejumlah sekolah kesehatan di Kota Makassar.
Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin ini, mengaku, keputusannya memilih terjun ke dunia politik karena ingin melanjutkan tradisi politik dari keluarga besar sang ayah.
Lebih dari itu, tujuan utamanya, menurut pria kelahiran Ujungpandang (kini Makassar), 21 Desember 1979 ini, mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat Makassar.
Andi Endre akan memperebutkan satu dari 11 kursi yang dialokasikan di Daerah Pemilihan (DP) I Makassar, yang meliputi Kecamatan Rappocini, Ujungpandang dan Makassar. Keberadaannya sebagai caleg, diakuinya, untuk pertama kali.
Dalam pandangan Andi Endre, dunia politik sangat bagus dan mengasyikkan, sepanjang dijalankan dengan baik dan penuh keikhlasan. "Keluarga saya memberikan support penuh," kata anak kedua dari enam bersaudara ini.
Dia mengaku optimis akan terpilih. Krisis kepercayaan yang melanda para wakil rakyat sekarang ini, diakuinya merupakan salah satu faktor yang mendorong jiwa mudanya untuk maju sebagai caleg.
Untuk memulus langkahnya meraih kursi wakil rakyat, suami dari Andi Wanda dan Bapak dari Andi Aqilah ini, mengaku, terus menggalang dukungan dari berbagai kelompok masyarakat. Read More......

Happy New Year 2009

Selamat Tahun Baru 2009, Semoga sukses selalu dan keberhasilan selalu menemani dalam tahun baru yang akan datang, Happy New Year 2009

Tahun 2008 telah kita lewati, tahun baru 2009 akan kita hadapi mari kita arungi tahun baru dengan kisah yang baru dan maafkan salahku di tahun yang telah lalu Happy New Year 2009.

Sahabat tahun telah berganti maafkan jika aku ada salah ditahun lama ini mari kita perbaiki di tahun yang baru ini.

Tik...tak...tik...tak....b
unyi jam di Base Camp PEACE berjalan pelan namun pasti untuk menyongsong tahun baru 2009?

Makan tomat bareng kangguru
Ada Ikan beku di peti es
SELAMAT TAHUN BARU!
Semoga selalu sukses

Pak Camat traktir Bu Guru
Bu guru makan es sama bakwan
Selamat Tahun Baru!
semoga sukses selalu kawan

HAPPY NEW YEAR 2009!!!!
Read More......

siapa mereka..???

Dalam panas yang terik… keingat dingin mengalir. di baju yang tipis,,, terlihat banyak tambalan… kemudian tangan pun menengadah,,, aku yakin… dalam hati mereka,,, tak ingin begitu,,, disini… kehidupan mereka di anggap paling menyedihkan.. tidakkah para penguasa itu tahu..!!! dosa mereka penyebabnya… mereka itu merintih… mereka itu kesakitan… haruznya ilmu yang mereka timba.. bukan koin kecil yang dilemparkan dari kaca mesin yang gelap… semestinya mereka belajar,,, namun kini…. mereka menjadi pengajar… ajarkan pada penguasa… ajarkan pada dunia… ajarkan pada kita,,, walau tak ada yang izinkan mereka menerima yang semestinya mereka terima… tapi mereka berusaha… berusaha untuk berjuang… berjuang untuk hidup… hidup dengan bekerja…. bekerja dengan lurus bukan mengambil hak orang lain,, yang mereka tahu itulah yang sering penguasa lakukan,,,!!!! Read More......